Sudah hampir seminggu tidak mengupdate tulisan, dan sudah hari keempat sekarang berada di bandung, back home back...banyak hal kecil tapi cukup bisa membuatku merasa benar-benar kembali ke masa dulu sewaktu masih kuliah...Bandung selalu menerimaku dan aku selalau merasa diterima dan nyaman berada di bandung, mungkin mencari rumah kedua dibandung would be great idea hehe u know what i mean..
Tapi, tidak sepenuhnya sempurna (nothing is perfect rite?), 2 hari ini badanku very-very not delicious hehe..ga enak badan maksdnya..
badanku rasanya remuk redam (caelah), dimulai sejak kemarin (sabtu-red) siang, entah mengapa tiba-tiba kepalaku bagian belakang, tepatnya bagian bawah kiri mendekati leher, terasa begitu menyakitkan...
padahal waktu itu sedang ada acara makan2 bareng pelepasan 2 orang teman Lab yang akan pergi ke luar negeri, satu akan berangkat untuk melanjutkan kuliah S2 ke Australia dan satu lagi akan ke KL selama 2 bulan untuk training.
Dan tempat acara makan2 tersebut sebenernya membawa kenangan yang mendalam buatku, karena dulunya sewaktu acara farewell bersama teman-teman lab pada kelulusanku, juga dilakukan di tempat ini. tapi karena kondisi tubuh yang tidak mengenakkan tersebut, tidak sesuappun nasi kusentuh...
untung hari ini kondisi tubuh lebih baik, setelah istirahat lebih dari 8 jam, akhirnya kondisi tubuh sudah mendingan...
dan akhirnya setelah sekian lama tidak menggunakan moda transportasi kereta api, akhirnya...wah bener2 dah dah lama banget ga pake kereta, akhirnya aku menggunakannnya lagi, aku menggunakan kereta api, kereta apiiiiii (haha lebai)...
dan setelah mengantri cukup panjang (kayanya kereta api sudah menjadi paporit lagi, karena harga tiketnya yang terjun jauhhh dari harga normalnya), harga tiket kereta api parahyangan bisnis yang sebelumnya dijual 45ribu, sekarang hanya 20 ribu, lebih dari 50% lebih murah.
begtu juga dengan tiket kelas eksekutif yang sebelumnya seharga 65ribu, sekarang hanya 35 ribu...
pantas saja kereta api menjadi benar2 paporit sekarang...
hmm sambil menunggu keberangkatan kereta 2 jam lagi, menyenangkan juga akhirnya bisa menulis lagi dan menuangkan sebagian isi kepala kedalam blog.
sambil sayup2 mendengar musik sunda di lantunkan oleh beberapa penyanyi yang sepertinya sedang ada acara di Stasiun, dan menyeruput (halah,,,,) teh dilma yang hangat, perut yang mual menjadi lebih baik rasanya....
still 2 hours to go to Jakarta...
29 June, 2008
26 June, 2008
Kau yang Melempar, Aku yang Gemetar #1
Aku lupa kapan waktu tepat kejadiannya, tapi aku yakin bahwa itu terjadi pada tahun 2007. Itu rasanya bisa jadi terakhir kali aku menggunakan kereta api menuju Bandung dari Jakarta. Sebelum kereta api mulai di tinggalkan dan orang lebih memilih menggunakan travel yang lebih cepat dan rasanya lebih ekslusif. Meskipun sekarang aku dengar bahwa kereta api-pun kini sudah menurunkan harganya sedemikian rupa agar masih bisa tetap mendapatkan pelanggan.
Well,singkat cerita, kereta api yang kunaiki sudah memasuki daerah Cikarang (ke arah timur Bekasi),aku duduk dekat dengan jendela di bagian kiri kereta...saat memasuki daerah yang padat penduduk, kereta secara perlahan mulai menurunkan kecepatan, dan rasanya pagi menjelang siang itu aku begitu menikmati perjalanan, dan menikmati siraman sinar matahari yang lewat dari sela-sela tirai jendela. Dari kejauhan aku sudah melihat beberapa anak kecil yang masih mengenakan seragam sekolah (menggunakan seragam pramuka jika tidak salah) yang berdiri dipinggir rel kereta dengan menggenggam sesuatu...aku cukup telat untuk menyadari bahwa yang mereka genggam adalah batu, dan begitu aku menyadari bahwa mereka menggenggam batu, secara refleks aku menjauhkan diriku dari jendela kereta...dan beruntung, tindakan refleksku itu menghindarkanku dari kecelakaan fatal, karena tepat saat kereta melewati anak2 tersebut, mereka secara serempak melemparkan batu yang ada pada genggaman mereka, dan sialnya salah satu batu mengenai kaca yang tepat berada di samping kiriku, dan sialnya lagi, kaca itu sudah retak yang mungkin karena lemparan2 sebelumnya....jadilah tuh kaca pecah dan sebagian tepat mengenai kepalaku, untungnya yang pecah hanya bagian kecil sehingga pecahannya pun tidak berbahaya, aku bersyukur dan marah secara bersamaan...bersyukur bahwa aku tidak celaka dan marah dengan tindakan anak-anak tersebut.
Ingin rasanya meminta kereta untuk berhenti dan memarahi mereka, bila perlu membawa mereka ke kantor polisi...aku lebih marah lagi ketika menyadari bahwa sebenarnya cukup banyak orang dewasa yang berada dekat anak tersebut, tapi tidak berusaha mencegah...aku marah sekali....
kemudian setelah cukup reda beberapa waktu, dan kereta sudah jauh melewati daerah tapi masih dalam kereta aku jadi tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian yang hampir sama...yang terjadi ketika aku masih SMP...aku tersenyum dan bahkan masih tertawa jika mengingat kejadian itu, meskipun pada saat kejadian, jantungku kurasa dah mau copot aja...dan ak begitu marah dengan teman2ku, tapi begitu mendengar cerita mereka selepas kejadian, dan kondisi mereka yang pucat, berdarah, benjol dan dikejar anjing, bukannya marah aku malah tertawa dan sungguh aneh perasaanku waktu itu, yaitu antara marah, ingin tertawa, tapi lutut masih gemetar hahahaha...bahkan hanya dengan menuliskan kejadian itu, saat menulis cerita inipun aku masih tersenyum hehe...
bagaimanakah kejadian sebenarnya?
to be continued...
Well,singkat cerita, kereta api yang kunaiki sudah memasuki daerah Cikarang (ke arah timur Bekasi),aku duduk dekat dengan jendela di bagian kiri kereta...saat memasuki daerah yang padat penduduk, kereta secara perlahan mulai menurunkan kecepatan, dan rasanya pagi menjelang siang itu aku begitu menikmati perjalanan, dan menikmati siraman sinar matahari yang lewat dari sela-sela tirai jendela. Dari kejauhan aku sudah melihat beberapa anak kecil yang masih mengenakan seragam sekolah (menggunakan seragam pramuka jika tidak salah) yang berdiri dipinggir rel kereta dengan menggenggam sesuatu...aku cukup telat untuk menyadari bahwa yang mereka genggam adalah batu, dan begitu aku menyadari bahwa mereka menggenggam batu, secara refleks aku menjauhkan diriku dari jendela kereta...dan beruntung, tindakan refleksku itu menghindarkanku dari kecelakaan fatal, karena tepat saat kereta melewati anak2 tersebut, mereka secara serempak melemparkan batu yang ada pada genggaman mereka, dan sialnya salah satu batu mengenai kaca yang tepat berada di samping kiriku, dan sialnya lagi, kaca itu sudah retak yang mungkin karena lemparan2 sebelumnya....jadilah tuh kaca pecah dan sebagian tepat mengenai kepalaku, untungnya yang pecah hanya bagian kecil sehingga pecahannya pun tidak berbahaya, aku bersyukur dan marah secara bersamaan...bersyukur bahwa aku tidak celaka dan marah dengan tindakan anak-anak tersebut.
Ingin rasanya meminta kereta untuk berhenti dan memarahi mereka, bila perlu membawa mereka ke kantor polisi...aku lebih marah lagi ketika menyadari bahwa sebenarnya cukup banyak orang dewasa yang berada dekat anak tersebut, tapi tidak berusaha mencegah...aku marah sekali....
kemudian setelah cukup reda beberapa waktu, dan kereta sudah jauh melewati daerah tapi masih dalam kereta aku jadi tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian yang hampir sama...yang terjadi ketika aku masih SMP...aku tersenyum dan bahkan masih tertawa jika mengingat kejadian itu, meskipun pada saat kejadian, jantungku kurasa dah mau copot aja...dan ak begitu marah dengan teman2ku, tapi begitu mendengar cerita mereka selepas kejadian, dan kondisi mereka yang pucat, berdarah, benjol dan dikejar anjing, bukannya marah aku malah tertawa dan sungguh aneh perasaanku waktu itu, yaitu antara marah, ingin tertawa, tapi lutut masih gemetar hahahaha...bahkan hanya dengan menuliskan kejadian itu, saat menulis cerita inipun aku masih tersenyum hehe...
bagaimanakah kejadian sebenarnya?
to be continued...
24 June, 2008
Challenger Character
Well, i wrote it just before i went to travell as a solo backpacker
---------------------------------------------------------------
Dengan ditemani lagu Iklim (band lawas malaysia) yang mendayu-dayu, pukul 00,45 WIB, menit-menit awal tanggal 14 Mei 2008, terlalu kebetulankah bahwa ini juga merupakan hari ke-2 ku menginjak usia 25 tahun...usia psikologis bagi pendapat umum terutama berkaitan dengan issue pernikahan (issue yang pastinya selalu hangat hehe)...
Sepertinya lagu iklim ini mampu membangkitkan "rasa" yang dulu pernah kualami dan memudahkanku untuk membuka lembaran lembaran memori masa kecilku sewaktu di-Riau,...Kenapa? karena ternyata aku tumbuh menjadi remaja dengan ditemani oleh lagu-lagu seperti ini, lagu mendayu, melayu dan melow hehe...amboiii...
dan syukurnya, tulisan ini memang berkaitan dengan masa pertumbuhanku,...
Well, bagaimana harus memulai tulisan ini.
kurasa bisa dimulai dari karakterku yang suka bertualang, mencari tantangan Nature, bercengkrama dengan alam, sehingga pada akhirnya aku memutuskan untuk solo traveling ke beberapa negara ASEAN (hopefully ini nantinya sebagai permulaan untuk travelling yang lebih besar bagiku)
hmm setidaknya traveling kali ini, bisa kujadikan sebagai salah satu milestone dalam sejarah keberpetualanganku ,tsaahh,,macam kan betuuull aja (itulah maksudnya, ku yakin kau mengertilah)...nanti secara bertahap aku akan mencoba untuk menuliskan cerita perjalanku yang lain, pemahaman yang kudapatkan dari perjalanan tersebut serta romantika didalamnya (hehe jangan berpikir romantika disini kaitannya dengan kisah percintaan sepasang manusia, karena kemungkinan besar anda akan kecewa hehe)..
kurasa karakter traveler dan petualang itu terbentuk, karena ada kaitannya dengan masa kecilku yang kuhabiskan didesa (ndeso, dari lahir sampai dengan SLTP), sehingga jenis permainan dan tempat bermain pada masa kecilku yang dapat dikategorikan tempat bermain yang penuh tantangan, sangat "älam" dan sangat tidak biasa terutama jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak seusiaku pada masa itu di "kota".
Jika aku mencoba mengingat2 lagi jenis permainan dan tempat bermainku, mungkin sekarangpun aku jadi sempat berpikir: "ada toh anak2 yang bermain dengan jenis dan macam seperti itu"tapi begitulah kenyataanya,
tapi bisa jadi sebagian orang mengalaminya juga,dan itu hal biasa bagi mereka..atau bisa jadi itu menjadi sangat biasa jika dibandingkan dengan cerita anak2 seribu pulau (i love this serial soooo muchhhh)...
sama halnya saat aku membaca karya monumental Andrea Hirata dengan Tetralogi laskar pelanginya,rasanya cukup sering aku mendengar orang berkomentar seperti terkesima, takjub dan tak percaya, dengan mempertanyakan benarkah ada sebuah tempat dengan kondisi, latar belakang, dan kultur yang seperti tertuang dalam karya tersebut.
Pertanyaan tersebut tentunya retoris, karena memang begitulah kenyataanya, ADA.
Dan itu juga kualami pada masa kecilku ditempatku, jadi saat aku membaca buku laskar pelangi tersebut, aku seperti membaca kembali cerita masa kecilku, dengan cukup jelas, hanya saja dengan setting yang berbeda...makanya aku begitu mencintai dan memuja buku bang Andrea itu, hehe...that book tells bout me (huahauhauha ngaku2).tapi cukuplah dulu pembahasan mengenai buku itu, akan kubahas pada lain tempat..
so, where've we been?oh ya, bentuk sejarah masa lalu (set dah, sebenernya cuma pengen bilang jenis permainan dan kondisinya doang) seperti apakah yang membentuk karakterku yang suka travelling dan suka bertualang dan suka mencari tantangan tersebut?
mungkin karena kondisi lingkunganku yang sebagian besar ("dulu") dilingkupi oleh hutan, maka permainan dan kegiatanku tidak jauh-jauh dari alam dan menyesuaikan dengan kondisi alam tersebut. Berburu, memancing, memasang jerat dan semua kegiatan untuk "menangkap"hewan merupakan agenda rutin yang rasanya tidak mungkin tidak untuk dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu. tentunya sesuai dengan alamnya, kegiatan ini dilakukan di hutan dengan berbagai macam kondisi, peralatan dan cuaca (mudah2an aku bisa menceritakan lebih panjang untuk bagian yang satu ini nantinya), bisa di musim hujan, di musim kemarau juga...dan bahkan dimalam hari dengan penerangan seadanya (baca:terang bulan, untung2 kalo ada yang punya obor, makanya acara malam hari dikampung biasanya dilakukan menurut perhitungan bulan, kalo ada bulan purnama, ramailah..kalo ndak, cukuplah tidur cepat dirumah).
Bahkan untuk bermainpun, tidak jauh2 dari alam. sebutkanlah permainan suruk (red: petak umpet), wah kalo udah maen kaya gini, ada yang bahkan ngumpet diatas pohon dan baru keluar kalo udah dipanggil emaknya untuk makan siang hehe..selanjutnya tentunya permainan yang paling menyenangkan dan paling serru, yaitu perang2an,jika orang kota kesulitan untuk mencari lokasi yang bagus agar bisa bermain perang2an supaya mendekati kondisi yang sebenarnya (berbukit, berbatu, berhutan)...maka bagi kami waktu itu, semuanya sudah tersedia, yang tidak tersedia hanyalah peralatan untuk bermain perang2an tersebut...(katakanlah paint ball ataupun air soft gun), cukup ironi hehe..cukup mulut saja monyong meneriakkan "dor dor dor"...belum lagi kalo ternyata nanti ada perdebatan siapa yang menembak siapa duluan, atau kena atau ndak waktu nembak hahahahaha akupun masih tertawa kalau mengingatnya...
Dan jika hal di atas dirasa masih kurang tantangan, maka masih banyak lagi list permainan yang menegangkan dan memicu adrenalin, katakanlah permainan tarzan2an, membuat pondok di tengah hutan, berburu dan bertemu sumur tua...rasanya cukup panjang list kejadian yang secara tidak langsung membentuk karakter petualang dan suka tantangan...
Jika dulu pada saat SMU dan kuliah adrenaling itu di salurkan dengan kegiatan naik gunung dan kegiatan pecinta alam lainnya, dan kesibukan di organisasi (caelaahh) maka sekarang mencoba mencari tantangan dalam bentuk dan kondisi yang baru, bertualang dengan tantangan yang lain, yaitu uncertainty dan lingkungan, suasana, kultur dan orang-orang yang benar2 baru,...
dan sekalian memuaskan keingintahuanku dan keinginanku untuk mencoba2 makanan (kuliner) baru ^_^
selain memuaskan adrenalin dan kebutuhan akan tantangan, ini juga penting buatku untuk semakin mempertajam karakterku...semoga...
---------------------------------------------------------------
Dengan ditemani lagu Iklim (band lawas malaysia) yang mendayu-dayu, pukul 00,45 WIB, menit-menit awal tanggal 14 Mei 2008, terlalu kebetulankah bahwa ini juga merupakan hari ke-2 ku menginjak usia 25 tahun...usia psikologis bagi pendapat umum terutama berkaitan dengan issue pernikahan (issue yang pastinya selalu hangat hehe)...
Sepertinya lagu iklim ini mampu membangkitkan "rasa" yang dulu pernah kualami dan memudahkanku untuk membuka lembaran lembaran memori masa kecilku sewaktu di-Riau,...Kenapa? karena ternyata aku tumbuh menjadi remaja dengan ditemani oleh lagu-lagu seperti ini, lagu mendayu, melayu dan melow hehe...amboiii...
dan syukurnya, tulisan ini memang berkaitan dengan masa pertumbuhanku,...
Well, bagaimana harus memulai tulisan ini.
kurasa bisa dimulai dari karakterku yang suka bertualang, mencari tantangan Nature, bercengkrama dengan alam, sehingga pada akhirnya aku memutuskan untuk solo traveling ke beberapa negara ASEAN (hopefully ini nantinya sebagai permulaan untuk travelling yang lebih besar bagiku)
hmm setidaknya traveling kali ini, bisa kujadikan sebagai salah satu milestone dalam sejarah keberpetualanganku ,tsaahh,,macam kan betuuull aja (itulah maksudnya, ku yakin kau mengertilah)...nanti secara bertahap aku akan mencoba untuk menuliskan cerita perjalanku yang lain, pemahaman yang kudapatkan dari perjalanan tersebut serta romantika didalamnya (hehe jangan berpikir romantika disini kaitannya dengan kisah percintaan sepasang manusia, karena kemungkinan besar anda akan kecewa hehe)..
kurasa karakter traveler dan petualang itu terbentuk, karena ada kaitannya dengan masa kecilku yang kuhabiskan didesa (ndeso, dari lahir sampai dengan SLTP), sehingga jenis permainan dan tempat bermain pada masa kecilku yang dapat dikategorikan tempat bermain yang penuh tantangan, sangat "älam" dan sangat tidak biasa terutama jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak seusiaku pada masa itu di "kota".
Jika aku mencoba mengingat2 lagi jenis permainan dan tempat bermainku, mungkin sekarangpun aku jadi sempat berpikir: "ada toh anak2 yang bermain dengan jenis dan macam seperti itu"tapi begitulah kenyataanya,
tapi bisa jadi sebagian orang mengalaminya juga,dan itu hal biasa bagi mereka..atau bisa jadi itu menjadi sangat biasa jika dibandingkan dengan cerita anak2 seribu pulau (i love this serial soooo muchhhh)...
sama halnya saat aku membaca karya monumental Andrea Hirata dengan Tetralogi laskar pelanginya,rasanya cukup sering aku mendengar orang berkomentar seperti terkesima, takjub dan tak percaya, dengan mempertanyakan benarkah ada sebuah tempat dengan kondisi, latar belakang, dan kultur yang seperti tertuang dalam karya tersebut.
Pertanyaan tersebut tentunya retoris, karena memang begitulah kenyataanya, ADA.
Dan itu juga kualami pada masa kecilku ditempatku, jadi saat aku membaca buku laskar pelangi tersebut, aku seperti membaca kembali cerita masa kecilku, dengan cukup jelas, hanya saja dengan setting yang berbeda...makanya aku begitu mencintai dan memuja buku bang Andrea itu, hehe...that book tells bout me (huahauhauha ngaku2).tapi cukuplah dulu pembahasan mengenai buku itu, akan kubahas pada lain tempat..
so, where've we been?oh ya, bentuk sejarah masa lalu (set dah, sebenernya cuma pengen bilang jenis permainan dan kondisinya doang) seperti apakah yang membentuk karakterku yang suka travelling dan suka bertualang dan suka mencari tantangan tersebut?
mungkin karena kondisi lingkunganku yang sebagian besar ("dulu") dilingkupi oleh hutan, maka permainan dan kegiatanku tidak jauh-jauh dari alam dan menyesuaikan dengan kondisi alam tersebut. Berburu, memancing, memasang jerat dan semua kegiatan untuk "menangkap"hewan merupakan agenda rutin yang rasanya tidak mungkin tidak untuk dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu. tentunya sesuai dengan alamnya, kegiatan ini dilakukan di hutan dengan berbagai macam kondisi, peralatan dan cuaca (mudah2an aku bisa menceritakan lebih panjang untuk bagian yang satu ini nantinya), bisa di musim hujan, di musim kemarau juga...dan bahkan dimalam hari dengan penerangan seadanya (baca:terang bulan, untung2 kalo ada yang punya obor, makanya acara malam hari dikampung biasanya dilakukan menurut perhitungan bulan, kalo ada bulan purnama, ramailah..kalo ndak, cukuplah tidur cepat dirumah).
Bahkan untuk bermainpun, tidak jauh2 dari alam. sebutkanlah permainan suruk (red: petak umpet), wah kalo udah maen kaya gini, ada yang bahkan ngumpet diatas pohon dan baru keluar kalo udah dipanggil emaknya untuk makan siang hehe..selanjutnya tentunya permainan yang paling menyenangkan dan paling serru, yaitu perang2an,jika orang kota kesulitan untuk mencari lokasi yang bagus agar bisa bermain perang2an supaya mendekati kondisi yang sebenarnya (berbukit, berbatu, berhutan)...maka bagi kami waktu itu, semuanya sudah tersedia, yang tidak tersedia hanyalah peralatan untuk bermain perang2an tersebut...(katakanlah paint ball ataupun air soft gun), cukup ironi hehe..cukup mulut saja monyong meneriakkan "dor dor dor"...belum lagi kalo ternyata nanti ada perdebatan siapa yang menembak siapa duluan, atau kena atau ndak waktu nembak hahahahaha akupun masih tertawa kalau mengingatnya...
Dan jika hal di atas dirasa masih kurang tantangan, maka masih banyak lagi list permainan yang menegangkan dan memicu adrenalin, katakanlah permainan tarzan2an, membuat pondok di tengah hutan, berburu dan bertemu sumur tua...rasanya cukup panjang list kejadian yang secara tidak langsung membentuk karakter petualang dan suka tantangan...
Jika dulu pada saat SMU dan kuliah adrenaling itu di salurkan dengan kegiatan naik gunung dan kegiatan pecinta alam lainnya, dan kesibukan di organisasi (caelaahh) maka sekarang mencoba mencari tantangan dalam bentuk dan kondisi yang baru, bertualang dengan tantangan yang lain, yaitu uncertainty dan lingkungan, suasana, kultur dan orang-orang yang benar2 baru,...
dan sekalian memuaskan keingintahuanku dan keinginanku untuk mencoba2 makanan (kuliner) baru ^_^
selain memuaskan adrenalin dan kebutuhan akan tantangan, ini juga penting buatku untuk semakin mempertajam karakterku...semoga...
23 June, 2008
second step need 2 years more
Hmm aku sama sekali tak pernah menduga jika ternyata butuh waktu lebih dari 2 tahun bagiku sampai akhirnya bisa melanjutkan toreahn pikiranku yang lalu itu.
bukan sebuah sinyalemen (yaelah bahasanya, berasa dah jadi politikus kampung aje gw, ..), ok ok gw ganti deh dengan kata "pertanda" (nah sekarang gw dibilang mirip para (ga) normal nih)...pertanda yang bagus, jika tidak ingin dibilang menyedihkan atau bahkan horrible (rasanya ini yang paling tepat)..
but, ok lah, toh kita semua sepakat bahwa tidak pernah ada kata terlambat (klise !!!) jika ingin memulai kebiasaan yang baik, dan aku benar2 berdoa dan berharap bahwa nantinya ini bener2 menjadi sebuah kebiasaan.
hmm rasanya sudah cukup penyesalan, evaluasi dan kontemplasi mellownya..here we are now...hehe...where are we? hehe pusing...
Nah barangkali tulisan awal yang kedua ini bisa benar-benar kontinyu sehingga bisa memberikan hasikl menuju tak terhingga dan tidak diskrit (emang kalkulus)...
Sebenarnya aku ingin menulis saja semua hal yang ada dikepalaku saat ini, tapi karakter dan kebiasaanku menuntutku untuk sedikit lebih sistematis dalam membuat sebuah tulisan, lebih tepatnya menata alur dalam tulisan-tulisanku. Dengan harapan bahwa nantinya hasil tulisanku bisa sangat berbobot dan bukan sekedar uneg-uneg ga jelas hehe...setidaknya aku berusaha agar tulisanku bermanfaat buat diriku sendiri.
So then aku akan berusaha menulis apapun baik itu bersifat pemahaman, pemikiran, perasaan maupun kombinasi antara ketiganya...jadi aku bisa memiliki "pensieves" sendiri yang bisa kurenungkan suatu saat...dan menjadi bagian dari rekaman perjalanan pemahaman dan pemikiranku...(rasanya menjadi mellow nih)..yah aku harus menetapkan dengan tegas latar belakangku ingin menulis, karena itulah nantinya yang bisa terus menjadi bahan bakarku untuk terus menulis...sebuah alasan idealis dan bukan alasan pragmatis ^_^...
Sebuah tulisan yang bisa jadi fiksi, ilmiah atau bahkan bodoran konyol yang bisa jadi garing (rasanya aku cukup ahli untuk yang satu ini, cukup banyak "pujian" untuk hal ini hehe)...
Rasanya aku harus memberikan kredit poin kepada beberapa orang yang terus mendorongku untuk menulis,sehingga setidaknya aku sudah memulai lagi untuk menulis...(lagi-lagi, kuharap ini langkah untuk berlari, dan bukan langkah untuk kemudian terhenti lagi), karena pada dasar nya aku adalah orang yang cukup malas untuk menulis.
Rasanya cukup panjang juga tulisan ini, hmm cukup menyenangkan melangkahkan kaki kedua, setelah kaki pertama melangkah lebih dari 2 tahun yang lalu...
OK, Aja aja fighting (hahahaha)..rijooo...Full House mu..
bukan sebuah sinyalemen (yaelah bahasanya, berasa dah jadi politikus kampung aje gw, ..), ok ok gw ganti deh dengan kata "pertanda" (nah sekarang gw dibilang mirip para (ga) normal nih)...pertanda yang bagus, jika tidak ingin dibilang menyedihkan atau bahkan horrible (rasanya ini yang paling tepat)..
but, ok lah, toh kita semua sepakat bahwa tidak pernah ada kata terlambat (klise !!!) jika ingin memulai kebiasaan yang baik, dan aku benar2 berdoa dan berharap bahwa nantinya ini bener2 menjadi sebuah kebiasaan.
hmm rasanya sudah cukup penyesalan, evaluasi dan kontemplasi mellownya..here we are now...hehe...where are we? hehe pusing...
Nah barangkali tulisan awal yang kedua ini bisa benar-benar kontinyu sehingga bisa memberikan hasikl menuju tak terhingga dan tidak diskrit (emang kalkulus)...
Sebenarnya aku ingin menulis saja semua hal yang ada dikepalaku saat ini, tapi karakter dan kebiasaanku menuntutku untuk sedikit lebih sistematis dalam membuat sebuah tulisan, lebih tepatnya menata alur dalam tulisan-tulisanku. Dengan harapan bahwa nantinya hasil tulisanku bisa sangat berbobot dan bukan sekedar uneg-uneg ga jelas hehe...setidaknya aku berusaha agar tulisanku bermanfaat buat diriku sendiri.
So then aku akan berusaha menulis apapun baik itu bersifat pemahaman, pemikiran, perasaan maupun kombinasi antara ketiganya...jadi aku bisa memiliki "pensieves" sendiri yang bisa kurenungkan suatu saat...dan menjadi bagian dari rekaman perjalanan pemahaman dan pemikiranku...(rasanya menjadi mellow nih)..yah aku harus menetapkan dengan tegas latar belakangku ingin menulis, karena itulah nantinya yang bisa terus menjadi bahan bakarku untuk terus menulis...sebuah alasan idealis dan bukan alasan pragmatis ^_^...
Sebuah tulisan yang bisa jadi fiksi, ilmiah atau bahkan bodoran konyol yang bisa jadi garing (rasanya aku cukup ahli untuk yang satu ini, cukup banyak "pujian" untuk hal ini hehe)...
Rasanya aku harus memberikan kredit poin kepada beberapa orang yang terus mendorongku untuk menulis,sehingga setidaknya aku sudah memulai lagi untuk menulis...(lagi-lagi, kuharap ini langkah untuk berlari, dan bukan langkah untuk kemudian terhenti lagi), karena pada dasar nya aku adalah orang yang cukup malas untuk menulis.
Rasanya cukup panjang juga tulisan ini, hmm cukup menyenangkan melangkahkan kaki kedua, setelah kaki pertama melangkah lebih dari 2 tahun yang lalu...
OK, Aja aja fighting (hahahaha)..rijooo...Full House mu..
hahahahaha
Berikut tulisan yang pernah saya tulis lebih dari 2 tahun yang lalu, tepatnya 2 February 2006, well time flies..
--------------------------------------------------------------------------------------------------
saya sendiri bingung apakah saya tertawa bahagia, sedih atau apa? yang pasti saya menertawakan diri sendiri...nah untuk yang satu ini saya bisa menjelaskan kenapa saya tertawa, karena setelah begitu lama dan begitu banyak janji dan komitmen dalam diri saya bahwa saya akan mulai menulis, ternyata baru saat ini janji itu tertunaikan....sebuah capaian yang mengecewakan..
Mungkin untuk hal ini dapat saya katakan bahwa saya tertawa karena saya kecewa, marah dan kesal dengan diri saya sendiri...hehehe reaksi yang aneh barangkali karena normalnya reaksi seseorang ketika kecewa adalah marah tapi saya malah ketawa...hmm marah capek dan menghabiskan energi jadi mending ketawa karena lebih sehat hahahaha, ga jelas
tetapi dibalik itu semua, saya bahagia yang tidak terkira...sebuah langkah maju telah saya lakukan dalam hidup...(mencoba untuk menghargai keberhasilan sekecil mungkin)....sebuah perubahan, dan untungnya kearah perbaikan...dan tentunya sebuah langkah awal untuk langkah2 lainnya, selalu dibutuhkan langkah awal untuk capaian yang lebih besar
begitu banyak hal yang terbersit dalam pikiran dan terucap keluar dari mulut ini, yang senantiasa menghadirkan sebuah keinginan untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan....
barangkali kadang menjadi sedikit apatis dengan apa yang saya harapkan dengan tulisan yang telah saya buat....tapi itu juga sebuah tantangan yang harusnya dihadapi bukan dihindari dan berlindung dibalik topeng pembenaran...
hahahahahahaha Alahamdulillah akhirnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------
saya sendiri bingung apakah saya tertawa bahagia, sedih atau apa? yang pasti saya menertawakan diri sendiri...nah untuk yang satu ini saya bisa menjelaskan kenapa saya tertawa, karena setelah begitu lama dan begitu banyak janji dan komitmen dalam diri saya bahwa saya akan mulai menulis, ternyata baru saat ini janji itu tertunaikan....sebuah capaian yang mengecewakan..
Mungkin untuk hal ini dapat saya katakan bahwa saya tertawa karena saya kecewa, marah dan kesal dengan diri saya sendiri...hehehe reaksi yang aneh barangkali karena normalnya reaksi seseorang ketika kecewa adalah marah tapi saya malah ketawa...hmm marah capek dan menghabiskan energi jadi mending ketawa karena lebih sehat hahahaha, ga jelas
tetapi dibalik itu semua, saya bahagia yang tidak terkira...sebuah langkah maju telah saya lakukan dalam hidup...(mencoba untuk menghargai keberhasilan sekecil mungkin)....sebuah perubahan, dan untungnya kearah perbaikan...dan tentunya sebuah langkah awal untuk langkah2 lainnya, selalu dibutuhkan langkah awal untuk capaian yang lebih besar
begitu banyak hal yang terbersit dalam pikiran dan terucap keluar dari mulut ini, yang senantiasa menghadirkan sebuah keinginan untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan....
barangkali kadang menjadi sedikit apatis dengan apa yang saya harapkan dengan tulisan yang telah saya buat....tapi itu juga sebuah tantangan yang harusnya dihadapi bukan dihindari dan berlindung dibalik topeng pembenaran...
hahahahahahaha Alahamdulillah akhirnya
Subscribe to:
Posts (Atom)